16 Mart 2016 Çarşamba

PROPAGANDA PENGIKUT DARWIN DAN ATEIS DI HISTORY CHANNEL

PROPAGANDA PENGIKUT DARWIN DAN ATEIS DI HISTORY CHANNEL

History Channel menayangkan sebuah film dalam serial Biography, yang isinya kehidupan dan pandangan-pandagan Charles Darwin. Dalam film ini, pandangan tak ilmiah Charles Darwin dibela tanpa dasar bukti-bukti sama sekali, seolah-olah merupakan kenyatan yang terbukti, dan pada saat yang bersamaan terdapat propaganda ateis terbuka. Kenyatan bahwa sebuah saluran seperti History Channel, yang menyatakan diri memberikan kebenaran sejarah dan ilmiah kepada pemirsa, memberikan tempat bagi pendangan-pandangan Darwin, yang sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan ilmiah, menimbulkan keraguan atas kredibilitasnya.

Mengapa Mereka Mencoba Terus Menghidupkan Teori Evolusi Dengan Propaganda?

Dalam beberapa minggu terakhir, sejumlah saluran seperti History Channel, The National Geographic Channel, dan Discovery Channel telah mulai berkampanye secara intensif mengenai propaganda evolusi. Dokumenter yang membicarakan teori evolusi dan memuja Charles Darwin telah ditayangkan, seolah-olah kesepakatan bersama telah diambil. Apakah alasannya? Dalam pandangan kami, ada usaha memperbaiki kerusakan yang telah ditimbulkan oleh teori evolusi dalam beberapa tahun terakhir, dan terutama dalam beberapa bulan ini. Sebagaimana pendukung situs www.darwinism-watch.com mengetahui, penemuan di bidang paleontologi, biologi molekuler, dan genetika telah mengungkapkan pertentangan mendalam dalam pengakuan-pengakuan teori evolusi. Bahkan evolusionis pun menerimanya. (Anda dapat menemukan berbagai contoh dalam arsip www.darwinism-watch.com.)
Sebenarnya cukup alami jika teori evolusi berakhir. Arsitek utama teori ini, Charles Darwin, hidup pada abad 19 dan tidak memahami kebanyakan ilmu yang ada saat ini. Misalnya, karena ia tidak memahami genetika, ia percaya bahwa makhluk hidup dapat berubah bentuk menjadi lebih baik, seperti dilakukan dalam persilangan, dan spesies baru dapat dihasilkan. Namun, karena jasa ilmu genetika, terungkaplah bahwa perbaikan sifat tidak dapat menghasilkan spesies baru. Ia juga tidak memahami biologi sel, dan karena ia menggunakan mikroskop kasar saat itu, ia mengira bahwa sel memiliki struktur yang sangat sederhana, sehingga sel dapat muncul secara kebetulan. Namun, saat ini para ahli mikrobiologi menganggap sel sebagai struktur dengan pengaturan yang benar-benar sempurna dan rumit, sebagaimana pengaturan kota New York atau sebuah kapal ruang angkasa, dan menganggap tidak mungkin sel dapat terjadi secara kebetulan. Dapat dimengerti jika Darwin yang tidak mengetahui semua cabang ilmu dan tidak memiliki fasilitas teknologi, dipengaruhi oleh kemiripan-kemiripan yang ditemuinya dalam makhluk-makhluk hidup dalam menyusun sebuah teori, dan kemudian teorinya runtuh dengan adanya penemuan-penemuan ilmiah. Sejarah ilmu pengetahuan penuh dengan contoh-contoh seperti ini.
Namun, ada hal lain di sini, sesuatu yang tidak wajar dan tidak ada kesamaannya dalam sejarah: Meskipun kenyataannya teori Darwin telah tertolak dengan adanya penemuan-penemuan ilmiah, ia belum ditinggalkan sebagaimana teori-teori lainnya. Malah, sejumlah ilmuwan telah dan masih mencoba membela teori itu. Inilah di mana kita harus berkonsentrasi. Meskipun ilmu pengetahuan telah terbukti menolak pernyataan bahwa makhluk hidup berevolusi secara kebetulan, mengapa teori evolusi masih mendapat dukungan?
Bukan rahasia bahwa, teori evolusi menolak kenyataan bahwa makhluk hidup diciptakan menurut rancangan cerdas seperti mencari asal-usul makhluk hidup. Karena itu, teori ini berfungsi sebagai pembela paham ateis dalam lingkungan ilmiah. Itulah mengapa mereka yang menolak rancangan cerdas dan keberadaan Sang Pencipta yang memiliki kekuatan hebat mendukung habis-habissan teori evolusi ini. Karena keruntuhan teori evolusi berarti keruntuhan kepercayaan ateis dan materialis, mereka sebisa mungkin melibatkan diri dalam propaganda evolusionis. Beberapa elemen utama dan tidak dapat dihilangkan dalam propaganda ini adalah organisasi seperti History Channel, National Geographic Channel, dan Discovery Channel dalam penayangan dan penerbitan seperti ScienceNatureScientific American, dan New Scientist.
Titik awal yang utama dalam propaganda ini dimulai dengan slogan "Menolak teori evolusi berarti menolak ilmu penetahuan”. Itulah mengapa saluran dan publikasi ini, yang mengaku badan paling ilmiah yang terkenal dan terpercaya di dunia tidak pernah dapat mengangkat penemuan ilmiah yang menolak teori evolusi. Seolah-olah mereka telah diprogram, secara harfiahnya, oleh tangan-tangan tersembunyi, untuk membela teori evolusi dalam situasi apapun dan tidak pernah boleh menyebutkan sepatah katapun yang menentangnya.

Tidak Menghindari Pembaruan dan Kejutan, Serta Dapat Membawa Kepada Hal Baru, Merupakan Tanda Keunggulan

Sejarah selalu mencatat adanya pembaruan di dalam kehidupan manusia. Mereka yang menerima pembaruan, yang dapat berpikir bebas tanpa terikat dogma-dogma dan gagasan-gagasan konservatif, dan tidak takut pada kritik dan tidak menyerang meraka yang berada di sekitarnya, telah melalui sejarah sebagai pelopor pembaruan, pembuat sejarah itu sendiri. Tetapi, jenis yang konservatif dan dogmatis terperangkap dalam ketakhayulannya sendiri. Organisasi-organisasi ini harus melihat bahwa kita berada pada titik balik sejarah, dan membangun karakter penuh semangat dan berkembang, tanpa takut kehilangan status di di lingkungan evolusionis.
Kenyataan bahwa kita sekarang berada pada titik balik terpenting sangat jelas dan tidak dapat diabaikan. Pemikiran materialis yang telah mendominasi semua bidang dalam beberapa ratus tahun terakhir, dari mulai ilmu pengetahuan hingga seni, dan dari filsafat ke sastra, hancur berkeping-keping. Runtuhnya teori evolusi, yang dikenal dalam paham materialis sebagai dasar ilmiah, mempercepat akhir kekuasaan pikiran materialis. Saat ini, seluruh dunia ilmiah menyaksikan perkembangan pendapat “Rancangan Cerdas”. Saat ini jelas sekali bahwa setiap makhluk hidup dan setiap dari trilyunan sel yang membentuknya, memiliki rancangan sempurna dan luar biasa yang tidak akan pernah terjadi secara kebetulan. Pikiran yang menerima bahwa huruf “B” yang tertulis pada selembar kertas tidak dapat terjadi kebetulan, pasti juga menerima keberadaan “Rancangan Cerdas” pada makhluk hidup. Menerima kenyataan ini berarti menerima kebenaran yang diungkapkan ilmu pengetahuan, bukan menolaknya.
Setiap harinya History Channel dan saluran-saluran serupa setiap hari menggambarkan rancangan sempurna dalam makhluk hidup dan menunjukkan contoh-contoh penciptaan yang mengagumkan. Mengakui bahwa makhluk hidup yang memiliki semua sifat-sifat mengagumkan ini sebagai keajaiban evolusi, dengan kata lain kebetulan belaka, sangat tidak ilmiah dan tidak masuk akal. Kebetulan tidak dapat menghasilkan keajaiban. Sebagaimana sebuah kamera, televisi atau gambar tidak dapat terjadi kebetulan dan tidak dapat muncul dengan sendirinya, maka makhluk hidup juga tidak dapat terjadi secara kebetulan. Terbukti bahwa teori evolusi bertentangan dengan ilmu pengetahuan dan logika.
Evolusionis sendiri menyadari bahwa kebetulan tidak dapat menyebabkan kehidupan. Seorang ahli zologi Prancis, Pierre Grassé mengakui:
Makhluk hidup manapun memiliki “kecerdasan” tinggi, jauh lebih banyak dari yang dibutuhkan untuk membangun katedral yang mengagumkan. Saat ini, “kecerdasan” ini disebut informasi, namun sama saja. Ia tidak diprogram seperti sebuah komputer, namun terdapat dalam skala molekuler di DNA kromosom atau di setiap organel dalam setiap sel. “Kecerdasan” adalah sine qua non (hasil) kehidupan. Dari mana datangnya? … Inilah masalah yang dihadapi ahli biologi dan filsafat, dan saat ini, ilmu pengetahuan tidak dapat memecahkannya.1
Alasan mengapa Grassé menganggap hal ini sebagai pertanyaan yang tidak terjawab adalah karena ia mencari jawaban dalam konteks prasangka materialis. Namun, kenyataannya sangat jelas, dan seluruhnya berada diluar pemikiran materialis
Nasehat kami pada mereka yang berwenang di History Channel, agar memiliki keberanian menerima pembaruan dan meninggalkan dogma mereka. Mereka harus berhenti menayangkan teori evolusi, yang telah menyihir pemikiran manusia melalui layar kaca selama 150 tahun terakhir. Tentu saja hal ini akan sangat mengejutkan, bagi saluran itu dan bagi evolusionis, namun “kejutan tidak boleh dihindari”. Professor Michael Behe, seorang penentang teori evolusi dan salah seorang yang tidak mencoba menghindari kejutan, menasehati kolega-koleganya untuk melakukan hal yang sama:
Kesadaran yang timbul bahwa kehidupan dirancang dengan kecerdasan merupakan kejutan bagi kita di abad 20 yang telah terbiasa berpikir bahwa kehidupan adalah hasil hukum alam. Tetapi telah ada kejutan pada abad-abad lain, dan tidak ada alasan bagi kita untuk menghindarinya.2
Manusia berhasil membebaskan dirinya dari dogma-dogma sebagaimana gagasan bahwa bumi datar atau sebagai pusat tata surya. Manusia juga akan membebaskan dirinya dari dogma materialis dan evolusionis bahwa kehidupan terjadi dengan sendirinya, tanpa adanya rancangan. Tugas ilmuwan dan badan-badan ilmiah yang sesungguhnya adalah memandang kehidupan dan asal-usul makhluk hidup dengan cara obyektif, sesuai dengan sifat ilmu pengetahuan, dengan melepaskan prasangka-prasangka materialis mereka. History Channel dan yang lain tidak boleh “menghindari kejutan”, dan tidak boleh mendukung skenario tak masuk akal dengan tetap terikat pada dogma materialis abad sembilanbelas yang ketinggalan jaman.

Propaganda Berbahaya Ateis Mendampingi Propaganda Evolusionis

Acara tentang biografi Charles Darwin yang disiarkan oleh History Channel berisi bagian-bagian yang sering terdapat dalam propaganda ateis, mencoba menggambarkan ilmu pengetahuan dan agama sebagai dua hal berlawanan, dan mempertahankan keunggulan paham Darwinisme. Acara ini menggambarkan Darwin sebagai ilmuwan ateis dan berusaha menimbulkan kesan bahwa semakin ia tertarik pada ilmu pengetahuan, semakin jauh ia dari agama. Pernyataan yang digunakan dalam dokumenter ini sangat mengganggu karena mereka mempertahankan bahwa menurut teori evolusi manusia juga seekor hewan, dan bahwa tidak ada ruh yang tidak pernah mati. Gagasan ini tidak sesuai dengan ajaran Kristen karena jika ruh tidak ada, maka motivasi untuk kehidupan ruhiah yang lebih baik akan ditinggalkan. Dalam dokumenter disebutkan bahwa setelah kematian putrinya, Emmy, Charles Darwin percaya bahwa tidak ada pengadilan setelah kematian.
Karena teori evolusi dianggap sebagai sebuah kenyataan dalam dokumenter ini, pernyataan tak berdasar dimunculkan, seperti "manusia adalah seekor hewan yang tidak memiliki ruh, hal-hal yang bersifat ruhiah tidak penting, dan yang katanya sebagai hari pembalasan, akhirat, atau kehidupan sesudah mati, itu tidak ada.” Pernyataan seperti ini tidak saja membahayakan masyarakat di mana ia menyebar, tapi juga tidak dapat diterima dalam masyarakat yang sebagian besarnya adalah orang-orang beriman. Perwakilan dari History Channel harus memperhatikan hal ini dan mempertimbangkan kembali kebijakan penyiaran mereka saat mengetahui bahwa mereka berbicara pada masayarakat yang sebagian besar anggotanya percaya pada Allah dan agama.
Bahaya propaganda ateis terbukti nyata. Salah satu alasan di balik keruntuhan Uni Soviet yang tiba-tiba dan mengapa mereka tidak dapat bertahan adalah mereka telah meninggalkan agama dan nilai-nilai ruhiah selama bertahun-tahun. Meskipun menyadari bahwa mereka yang mencari keselamatan dalam sistem kapitalis akan menemukan dirinya berada dalam situsi yang tidak tertahankan, Rusia mulai berdiri di atas kakinya sendiri setelah mulai memahami pentingnya agama dan hal-hal yang bersifat ruhiah. Ateisme menghancurkan kesatuan, keharmonisan, kedamaian dan struktur masyarakat. Orang yang menganggap dirinya hewan dan percaya bahwa mereka tidak ada lagi setelah mati memiliki kecenderungan menjadi jahat, tak bermoral, kasar dan kriminal. Mudah sekali bagi mereka merasa yakin untuk membunuh, menyiksa dan menyakiti orang lain, karena mereka tidak menganggap orang lain sebagai makhluk yang memiliki ruh, tetapi sebagai hewan. Bentuk-bentuk tindakan tak bermoral seperti kebohongan, korupsi, dan pencurian meningkat tajam dalam masyarakat tak beragama, dan tidak mungkin mencegah mereka kecuali struktur moral dan agama masyarakat ditegakkan. Perasaan cinta, kehangatan, kasih sayang, dan kesetiaan seluruhnya lenyap daam masyarakat ateis, digantikan oleh kemarahan, kekasaran, egoisme, penyia-nyiaan dan kekejaman.
Ini hanyalah beberapa tragedi yang dihasilkan ateisme pada masyarakat. Jika kita mempertimbangkan satu demi satu dari seluruh tragedi yang akan dialami setiap keluarga yang ingin membentuk generasi yang tidak beagama, kita dapat melihat dengan jelas betapa dalamnya kejahatan yang dihasilkan paham ateisme. Itulah mengapa mereka yang terlibat dalam propaganda ateis sebenarnya sedang bermain api, dan mengapa situs Darwinism-watch.com berisi nasehat-nasehat bagi mereka yang “terlibat dalam ateis propaganda dengan mata tertutup”. Orang-orang ini tidak dapat melihat bukti-bukti yang menentang teori evolusi, dan juga tidak dapat memperhitungkan kerusakan serius pada masyarakat yang disebabkan karena pembelaan mereka terhadap teori ini.

Kesimpulan

Sebagaimana mereka yang ratusan tahun lalu mempertahankan pendapat bahwa bumi itu datar, History Channel dan badan-badan lainnya juga membuat pernyataan-pernyataan tak masuk akal, dan mereka harus berhenti melakukannya dengan topeng ilmiah. Merekalah yang akan muncul sebagai pemenang jika secara tulus membela kebenaran yang kini diungkapkan oleh ilmu pengetahuan.

KESALAHAN NEW SCIENTIST: “EVOLUSI DAN IKLIM”

KESALAHAN NEW SCIENTIST: “EVOLUSI DAN IKLIM”

Edisi 22Februari 2003 majalah New Scientist menuliskan artikel berjudul "Squirrels evolve as the world heats up" (Tupai berevolusi saat bumi semakin panas). Cerita ini mengemukakan bahwa untuk pertama kalinya seekor mamalia telah berevolusi untuk beradaptasi dengan perubahan iklim. Dilukiskan dalam New Scientist bagaimana beberapa makhluk hidup berpindah ke tempat dingin di kutub untuk menghindari akibat pemanasan global. Kemudian dibuatlah pernyataan bahwa alih-alih berpindah tempat, tupai telah beradaptasi secara genetis terhadap perubahan iklim. Namun, New Scientist salah: tidak ada evolusi karena perubahan seperti yang mereka sebutkan.
Spesies tupai yang digunakan dalam penelitian ini adalah tupai merah yang hidup di Kanada. Ahli biologi Universitas Alberta, Andrew McAdam dan koleganya menghabiskan 10 tahun mempelajari saat-saat di mana tupai beranak dan mencatat penemuan mereka. Peneliti-peneliti ini mengamati tiga hingga empat generasi tupai selama rentang waktu 10 tahun, dan mengatakan bahwa tupai masa kini beranak 18 hari lebih cepat daripada buyu-buyut mereka. Dengan cara ini, tupai bereaksi terhadapi iklim yang memanas dengan beranak enam hari lebih cepat setiap tahunnya.
Evolutionis menganggap perubahan tersebut sebagai “evolusi” dan mempertahankan bahwa ini dapat dilihat bukan saja pada tingkah laku tupai, namun juga pada material genetis mereka. Namun pernyataan ini tidak valid, karena para peneliti ini belum mengamati secara langsung adanya perubahan genetis. Dasar pernyataan ini aadlah metode analisis berdasarkan statistik. Dalam tulisan New Scientist disebutkan:
"Para peneliti menggunakan teknik statistik untuk mengetahui seberapa jauh perubahan yang terjadi karena evolusi dan seberapa yang disebabkan karena fleksibilitas individu. Mereka menghitung variasi normal tanggal kelahiran untuk setiap generasi dan mengidentifikasi tupai yang beranak jauh lebih awal dari rata-rata. Jika orangtuanya memiliki sifat yang sama, kemungkinan besar sifat itu diturunkan. Cara ini, yang sering digunakan dalam pertanian, menunjukkan bahwa evolusi memberikan 15% andil dalam perubahan ke arah kelahiran yang lebih awal."
Analisa statistik ini tidak membuktikan terjadinya evolusi. Sandaran teori evolusi adalah pernyataan bahwa spesies berevolusi dengan cara mutasi yang terjadi di gennya. Karena itu, jika dikatakan bahwa perubahan tingkah laku tupai 15% terjadi karena perubahan genetis, maka penting sekali untuk menunjukkan pada gen yang mana saja perubahan genetis ini terjadi, dan dengan mutasi seperti apa. Namun, para peneliti belum menemukan gen yang berhubungan dengan waktu kelahiran. Menunjukkan bahwa tupai betina terlahir lebih awal juga beranak lebih awal tidak cukup untuk membuktikan bahwa ini terjadi karena mutasi dan bahwa perubahan ini diturunkan dari generasi ke generasi. Singkatnya, analisa ini tidak menunjukkan “evolusi” apapun, dan hanya membuktikan bahwa orang yang melakukan penelitian berusaha mendapatkan hasil yang sesuasi dengan evolusi, bahkan jika menghasilkan sesuatu itu hanyalah sesuatu yang dipaksakan dan khayalan belaka.
Para peneliti juga menganggap adanya gaya pendorong khayalan yang menyebabkan evolusi khayalan ini. Tulisan ini menggambarkan “gaya dorong evolusi” ini dalam ungkapan-ungkapan berikut:
"Gaya dorong evolusi tupai adalah perubahan iklim telah membuat terjadinya peningkatan tetap dalam hal jumlah makanan yang ada saat musim semi. Maka, bayi yang dilahirkan oleh betina yang dapat beranak lebih awal dibandingkan dengan yang lain, memiliki kemungkinan bertahan hidup lebih tinggi. Karena bayi-bayi yang baru lahir ini mulai lebih dulu dibanding rekan-rekan sebayanya, mereka lebih besar dan lebih mandiri ketika musim gugur tiba dan tiba saatnya untuk menyimpan makanan agar bertahan selama musim dingin, kata Stan Boutin, seorang anggota tim."
Peningkatan tetap jumlah makanan mungkin menyebabkan ukuran tupai semakin besar saat musim gugur mulai datang. Namun, ini bukan gaya dorong evolusi, karena tidak ada penemuan yang menunjukkan bahwa tupai yang harusnya dipengaruhi gaya ini telah mengalami mutasi yang berguna. Tidak mungkin ada perubahan genetis tanpa mutasi, dan tidak ada evolusi tanpa perubahan genetis.Jika dikatakan bahwa ada gaya dorong penyebab evolusi pada contoh ini, maka harus dapat ditunjukkan mutasi mana yang berlaku. Namun, sebagaiman telah kami jelaskan di atas, mutasi ini hanya ada di pikiran para peneliti itu sendiri.

Kesimpulan

Perubahan yang terlihat pada tupai ini bukan contoh evolusi. Makhluk hidup memiliki kemampuan beradaptasi dengan keadaan iklim. Ini diketahui benar dan telah dibuktikan berulang kali sehingga tidak mungkin menyebabkan terjadinya evolusi. Analisa statistik yang diajukan untuk mendukung penyataan bahwa perubahan iklim mengarah pada perubahan genetis pada tupai bukan bukti terjadinya evolusi. Pernyataan ini tidak lebih dari sebuah dongeng, kecuali jika gen yang mengatur perubahan tingkah laku dan mutasi yang terjadi dalam rentang waktu 10 tahun dapat diidentifikasi.
Bahkan jika terdapat mutasi yang merubah waktu beranak tupai, tidak membuktikan bahwa evolusi terjadi. Teori ini mengharuskan adanya mutasi untuk menghasilkan informasi genetis baru, organ baru, dan struktur biokimia baru. Dengan kata lain, mutasi harus menghasilkan “perkembangan vertikal”. Bahkan jika memang berhubungan dengan mutasi, perubahan waktu beranak tupai tidak akan berarti kemunculan organ baru, system baru, atau struktur biokimia baru. Hanya akan ada “variasi horisontal”, yang tidak dapat dianggap “evolusi”.

Kasalahan BBC tentang Jaringan Tak Berguna (Functionless Tissue) dalam Dokumenter “The Human Body”

Kasalahan BBC tentang Jaringan Tak Berguna (Functionless Tissue) dalam Dokumenter “The Human Body”

Satu lagi klaim evolusionis yang ketinggalan jaman muncul dalam dokumenter The Human Body buatan BBC, yang isinya memperkenalkan sistem-sistem yang ada dalam tubuh kita. Saat menggambarkan perubahan-perubahan yang terjadi pada anak-anak muda karena pubertas dan hormon, kelenjar minyak di kulit digambarkan sebagai sumber jerawat. Namun, juga dikatakan bahwa kelenjar minyak adalah sebuah jaringan tak berguna (functionless tissue) yang tidak memilikitujuan, dan dikatakan itu merupakan warisan nenek moyang kera manusia. Pernyataan yang tidak memiliki dasar ilmiah ini dijelaskan sebagai berikut.

Pendapat Tentang Jaringan Tak Berguna Tidak Ilmiah

Pendapat ini yang ditayangkan di BBC ini tidak lebih dari sebuah contoh baru gagasan tentang organ vestigial yang dikemukakan evolusionis seratus tahun yang lalu. Menurut teori usang ini, ada berbagai organ dalam tubuh makhluk hidup yang merupakan warisan dari nenek moyang mereka, namun secara bertahap menjadi tak berguna. Namun, kemudian diketahui bahwa pernyataan ini tidak memiliki dasar ilmiah, dan bahwa “organ vestigial” sebenarnya adalah “organ yang fungsinya belum diketahui”. Salah satu buktinya adalah jumlahnya “organ vestigial” ini semakin sedikit. Daftar “organ vestigial manusia” yang disebutkan oleh ahli anatomi Jerman R.Wiedersheim tahun1895 berisi 100 organ, termasuk usus buntu dan tulang ekor. Namun, dengan kemajuan ilmu pengetahuan, disadari bahwa semua organ di daftar tersebut sebenarnya memiliki fungsi-fungsi yang penting (lihat:http://www.harunyahya.com/refuted11.php)
Pendeknya, skenario organ berlebih yang diajukan evolusionis secara ilmiah salah. Tidak ada organ dalam tubuh manusia atau makhluk hidup lain yang berlebih atau tak berguna, yang katanya warisan nenek moyang

Fungsi Penting Kelenjar Minyak

Berlawanan dengan apa yang dikhayalkan evolusionis, kelenjar minyak bukan tak berfungsi dan berlebih, bahkan, jaringan yang sangat penting bagi tubuh.
Sebagaimana kita ketahui, kelenjar keringat ditemukan bersama dengan kelenjar minyak di kulit. Keringat melembabkan kulit. Namun, tanpa campuran apapun, keringat cepat menguap, mengakibatkan pengeringan kulit yang lebih parah. Untuk mencegahnya, zat lain dibutuhkan. Karena minyak menyebabkan air dapat dipertahankan di kulit. Dengan cara ini, kelenjar keringat dan minyak bekerja sama melembabkan kulit. Karena itu kedua kelenjar ini harus ada bersamaan agar kulit tetap halus dan elastis. Fungsi kelenjar minyak, yang mengeluarkan pelumas dan lemak lainnya, penting bagi kesehatan kulit kita.
Sebagaimana kita lihat, kelenjar minyak, sebagaimana jaringan lainnya, memiliki peran tersendiri: mencegah kulit kita kering. Kelenjar minyak ditempatkan bersama kelenjar keringat untuk tujuan ini. Kenyataan bahwa kelenjar-kelenjar ini tidak berbahaya, dan bahkan memiliki kegunaan yang penting, adalah bukti rancangan cerdas, dengan kata lain penciptaan yang agung. Penciptaan adalah keahlian Allah, Yang Maha Kuat, Rabb langit dan bumi dan segala isinya.

KESALAHAN BBC TENTANG EVOLUSIOTAK MANUSIA

KESALAHAN BBC TENTANG EVOLUSIOTAK MANUSIA

Bagian dokumenter, The Human Body, yang dibuat BBC ini menjelaskan tentang otak manusia. Dalam episode ini, informasi yang diberikan mengenai otak dibubuhi propaganda klise evolusionis, dan kerumitan otak manusia digambarkan sebagai “keajaiban evolusi”.

Mengatakan Bahwa Kebetulan Menghasilkan JutaanKeajaiban Adalah Sesuatu yang Sangat Mustahil

Hingga saat ini begitu banyak informasi yang telah diberikan mengenai kelahiran dan tubuh manusia di dokumenter BBC, The Human Body. Salah satu kalimat yang paling sering diulang dalam acara ini adalah “inilah keajaiban evolusi”. BBC membicarakan evolusi sebagai sesuatu yang memiliki tujuan, yang tahu apa yang dilakukannya, membuat rencana, dan dengan sempurna mengatur benda-benda mati dan atom-atom, sehingga kemungkinannya saluran televisi ini tidak menyadari arti sebenarnya yang mendasari logika ini.
"Keajaiban evolusi" berarti "keajaiban kebetulan", karena menurut teori evolusi benda tak bernyawa mengatur dirinya karena kebetulan untuk menghasilkan makhluk hidup. Menurut pernyataan ini, atom seperti karbon, fosfat, hidrogen, oksigen, dan nitrogen menghasilkan protein, sel, bakteri, ikan, burung, bintang laut, lumba-lumba, macan tutul, gajah, lebah, semut, elang, singa, mawar, jeruk, otak manusia, jantung manuisa, tangan manusia (yang hingga saat ini belum bisa kita gandakan dengan teknologi yang ada), mata, dan manusia itu sendiri, yang berpikir, memutuskan, membaca, memahami yang dibacanya, merasakan kegembiraan, kesedihan, dan semangat—semuanya karena kebetulan. Semua struktur dan sifat yang rumit dan sempurna ini adalah keajaiban di alam. Tidak ada keraguan bahwa menyatakan hal ini terjadi secara kebetulan merupakan “kemustahilan yang teramat sangat”. Charles Darwin, arsitek teori evolusi, menyadari hal ini dan membuat pengakuan berikut mengenai mata, salah satu berbagai struktur rumit yang tak terhitung jumlahnya:
Membayangkan bahwa mata dengan seluruh perlengkapannya untuk mengatur fokus ke berbagai jarak, untuk menerima jumlah sinar yang berbeda dan memperbaiki kesalahan bentuk dan warna, telah terbentuk secara seleksi alam, sepertinya, saya akui, merupakan kemustahilan yang teramat sangat.1
Untuk memahami lenih baik betapa bodohnya mengatakan bahwa semua makhluk hidup dan struktur serta organ di dalamnya terjadi secara kebetulan, cukup dengan mengingat beberapa sifat otak, subyek dokumenter BBC.
Otak manusia mengandung sekitar 10 milyar neuron (sel syaraf). Neuron memiliki cabang yang disebut “axon” dan “dendron”, yang saling menghubungkan neuron satu sama lain. Dengan adanya penghubung ini, yang dikenal sebagai synapsis, neuron dapat menyampaikan pesan satu sama lain. Dalam bukunyaEvolution: A Theory in Crisis (Evolusi: Teori dalam Kemelut), seorang ahli biokimia Michael Denton mengatakan bahwa jumlah penghubung antar neuron sekitar 1 quadrillion (1015 atau 1.000.000.000.000.000).
Kemudian ia berkata lagi:
Sulit untuk membayangkan jumlah 1015. Setengah Amerika Serikat, yang luasnya 1 juta mil persegi, dan bayangkan ia ditutupi hutan dengan 10.000 pohon per mil persegi. Pada setiap pohon pohon, yang ada pada 1 juta mil persegi, terdapat 100.000 daun. Itulah jumlah penghubung yang ada di otak Anda.2
Semua penghubung yang jumlahnya tak terhitung dan saling berhubungan ini berada di dalam otak, organ kecil yang ukurannya sesuai dengan tengkorak manusia ini, telah diciptakan tepat seperti bentuk yang dibutuhkan dan untuk tujuan tertentu. Karena penghubung ini, hasil rancangan hebat dalam ciptaan Allah, kita dapat melakukan berbagai hal pada saat yang bersamaan tanpa adanya kebingungan. Misalnya, Anda dapat mendengarkan musik saat membaca kata-kata ini, sambil menyeruput secangkir kopi. Selain itu, pada saat yang sama, otak anda mengatur detak jantung, membiarkan Anda bernafas sambil mengatur agar tingkat oksigen dalam darah anda tetap, mengatur suhu tubuh anda, memperhitungkan otot tangan anda yang mana dan seberapa jauh harus berkontraksi agar Anda dapat mengangkat cangkir ke bibir anda tanpa menumpahkannya, dan juga memperhitungkan secara detil agar dengan seimbang Anda dapat berdiri, dan ia melakukannya tanpa Anda sadari. Ratusan fungsi seperti ini dijalankanoleh otak dengan cara yang sangat sempurna sepanjang hidup kita. Namun, kita tidak menyadari segala perhitungan yang ada di dalamnya.
Tulisan yang berjudul "Menghitung dari Otak" di majalah New Scientist, menggunakan analogi berikut mengenai kemampuan luar biasa yang ditunjukkan otak:
Secara kasar, otak manusia adalah komputer alami yang terdiri dari 10 hingga 100 milyar neuron, yang masing-masing berhubungan dengan sekitar 10.000 lainnya, dan semuanya berfungsi secara parallel… Sistem neuron melakukan 100 langkah pemrosesan dalam melakukan suatu tugas rumit seperti melihat atau berbicara yang bagi sebuah komputer elektronis akan membutuhkan milyaran langkah pemrosesan.3
Sebagaimana telah kita lihat, otak manusia otak manusia memiliki sifat-sifat yang jauh lebih bagus dibanding komputer yang dihasilkan oleh teknologi yang sangat canggih. Namun, entah kenapa evolusionis, yang menerima bahwa komputer tidak akan pernah dapat terjadi secara kebetulan kombinasi bahan-bahan seperti silikon, kabel, dan kaca, menolak mengakui bahwa otak manusia, yang sejauh ini lebih hebat dibanding komputer manapun, tidak mungkin terjadi karena kombinasi acak atom-atom seperti nitrogen, karbon dan oksigen. Tentu saja, mereka tidak memiliki keraguan sedikitpun, atau paling tidak mereka memilih untuk memberikan kesan begitu. Namun, kenyataannya adalah, jika perancang, insinyur, tim teknis, jumlah kualitas bahannya tepat, dan pengetahuan ahli diperlukan bagi pembuatan komputer, maka hal yang sama berlaku pada otak. Tapi, tidak satupun bahan-bahan ini ditemukan di alam. Agar bahan-bahan di alam dapat menjadi burung, ikan, kuda, bunga, dan manusia dengan berbagai ras, jelas sekali bahwa mereka membutuhkan keberadaan Sang Pencipta Yang Agung, Yang memiliki pengetahuan, kebijaksanaan dan kekuatan tak terbatas, serta kemampuan membuat rancangan sempurna. Pencipta itu adalah Allah, Rabbul ‘alamin, Yang menciptakan seluruh dunia dari tidak ada.

Tidak Ada Mekanisme di Alam Yang DapatMengubah Otak Kera Menjadi Otak Manusia

Pernyataan klasik evolusionis diulang dalam dokumenter BBC, dimana dikatakan bahwa otak nenek moyang kita yang seperti-kera berubah menjadi otak manusia dalam jangka waktu sekitar 2.5 juta tahun. Dibuatlah sebuah analogi: kapasitas otak nenek moyang kita yang seperti-kera sebanding dengan mesin mobil Fiat kecil, dan otak manusia modern sebanding dengan mesin mobil sport yang jauh lebih canggih.
Kenyataannya, perbandingan ini mengusik pendapat evolusionis sendiri. Setiap orang yang mengetahui bahwa tidak ada mesin mobil yang bisa berubah menjadi mesin mobil lain, yang lebih canggih secara kebetulan. Bahkan tidak dalam trilyunan tahun, jangankan hanya 2,5 juta tahun. Kenyataannya, sesuai hukum fisika, mesin akan menua dan menjadi usang, membusuk dan akhirnya hancur. Agar mesin ini dapat muncul, seorang perancang yang memiliki pengetahuan dan dapat membuatnya sangat diperlukan.
Terlebih lagi, ada sebuah kenyataan penting yang bahkan seorang ilmuwan evolusionis harus mengakuinya: perbedaan utama antara otak kera dan manusia bukan saja masalah kapasitas dan ukurannya. Materialis berusaha menerjemahkan semua sifat-sifat manusia, termasuk fungsi otak ke dalam bentuk materi. Namun hingga saat ini diakui bahwa jiwa manusia tidak dapat diterjemahkan secara nyata. Manusia dapat berbicara, berpikir, memutuskan, merencanakan, keinginan dan harapannya, kemampuan seni dan keindahannya, kemampuannya memiliki ideologi, menghasilkan gagasan dan bermimpi, serta memiliki rasa sayang, kesetiaan, dan persahabatan bukan sebagai hasil kerja otak. Jiwa manusia lebih dari sekedar benda, dan merupakan tantangan bagi paham materialisme.
Dalam bukunya, The Mystery of the Mind: A Critical Study of Consciousness and the Human Brain (Misteri Pikiran: Studi Kritis Terhadap Kesadaran dan Otak Manusia), seorang ahli bedah syaraf evolusionis Dr. Wilder Penfield beberapa kali terpaksa mengakui bahwa jiwa manusia tidak dapat dijelaskan dengan fungsi manusia. Beberapa pengakuannya tertulis:
Setelah bertahun-tahun berusaha menjelaskan pikiran berdasarkan kerja otak saja, saya sampai pada sebuah kesimpulan bahwa akan lebih sederhana (dan secara logis jauh lebih mudah) jika seseorang menerima dugaan bahwa kita memiliki dua unsur mendasar [otak dan pikiran (jiwa)]. 4
Saya menyimpulkan bahwa tidak ada bukti yang tepat…bahwa hanya otak yang dapat melakukan pekerjaan yang dilakukan pikiran. 5
Oleh karena itu, membandingkan otak kera dengan manusia tidak menghasilkan apapun bagi evolusionis, karena jelas bahwa tidak ada mekanisme di alam yang dapat memberikan pada manusia sifat-sifat yang membuatnya manusia. Dialah Allah, Rabbul ‘alamin, Yang memberikan jiwa pada manusia, menciptakannya dari tidak ada, dan membuatnya berbeda dari makhluk hidup lainnya dengan memberikan jiwa-Nya pada mereka.

Hal Penting Yang Terlupakan:Bukan Mata Yang Melıhat

Meskipun kebenaran ilmiah penting diutarakan di dokumenter BBC, kebenaran tidak ditekankan sebagaimana seharusnya. Dokumenter ini berkata: “Mata kita hanyalah sebuah jendela. Otak kitalah yang melihat ke sekeliling kita. Mata hanya melakukan tahapan awal dari proses pengelihatan.”
Frase ini, yang dapat ditemui di buku pelajaran biologi mulai sekolah menengah, sebenarnya sangat penting, berisi sebuah rahasia yang dapat merubah cara pandang manusia terhadap dunia secara keseluruhan.
Manusia membayangkan bahwa mereka melihat dunia dengan matanya. Namun, kenyataannya, adalah mata dan sel-sel pembentuknya hanya bertanggung jawab merubah cahaya yang datang dari luar menuju mata, melalui proses kimia, menjadi sinyal-sinyal listrik. Sinyal-sinyal listrik ini kemudian mencapai pusat penglihatan di belakang otak, di mana gambar yang kita lihat terbentuk. Misalnya, seseorang yang sedang membaca baris ini, saat ini sedang melihat tulisan-tulisan ini di pusat penglihatan yang ada di belakang otak. Dengan kata lain, sebenarnya bukan mata yang melihat. Jadi, siapakah yang melihat gambaran ini di pusat penglihatan dan membaca kata-kata ini? Siapakah yang menonton dengan semangat gembira, atau sedih gambaran yang terang, penuh warna, tiga dimensi yang terbentuk di kegelapan otak?
Pertanyaan yang sama juga berlaku bagi indera pendengaran, perasa, pencium dan peraba. Bahkan saat seseorang mendengarkan lagu kesukaannya, bukan telinganya yang mendengar. Tugas telinga hanya menerima gelombang suara. Sel-sel dalam telinga merubah gelombang suara yang mencapainya menjadi sinyal listrik, dan meneruskannya ke pusat pendengaran di otak. Lagu kesukaan terdengar di sana. Anda mendengar suara teman anda di otak. Namun siapa yang mendengar suara ini dalam kegelapan yang menyelimuti otak, menikmati lagu dan iramanya?
Jawaban pertanyaan-pertanyaan ini menunjukkan bahwa setiap manusia yang berpikir memiliki jiwa. Hal penting lain yang diungkapkan oleh kenyataan ilmiah ini adalah: Setiap yang kita lihat, dengar, dan sentuh sepanjang hidup kita dirasakan di otak kita. Dengan kata lain, kita sebenarnya tidak melihat atau mendengar hal yang sesungguhnya. Kita selalu bersinggungan dengan anggapan-anggapan di otak, dan tidak pernah mungkin berinteraksi secara langsung dengan benda-benda ini, menggunakan anggapan. Karena alasan ini, semua orang, bahkan dalam ruangan yang penuh, sebenarnya menonton persepsi dalam otaknya, sendirian.
Kita dapat membayangkan mimpi-mimpi kita untuk mengerti lebih jauh tentang hal ini. Seseorang yang bermimpi menghadiri kuliah di aula yang penuh sebenarnya berbaring di tempat tidurnya sendirian. Bayangan kuliah terbentuk di otaknya. Tidak mungkin bagi orang itu untuk menyadari dirinya bermimpi hingga ia terbangun, dan ia tetap yakin bahwa dirinya menghadiri kuliah.Seorang profesor psikiater JermanHoimar von Ditfurth menjelaskan bagaimana kita tidak akan pernah dapat melihat dunia luar:
Tidak peduli bagaimana kita menjelaskannya, hasilnya tidak berubah. Apa yang ada di hadapan kita dalam bentuk lengkap dan apa yang dilihat mata kita bukanlah “dunia”. Hanya gambarannya, sebuah kemiripan, sebuah perkiraan yang bentuk aslinya masih dapat didiskusikan. 6
Seseorang yang melatih sedikit saja otaknya akan dapat memahami konsep ini, yang mengungkapkan kehidupan dunia yang sesungguhnya dan membantu memahami betapa kosong dan tak berartinya kesenangan dan keinginan yang ditujukan pada dunia semata. Uang di dompet seseorang, kapal pesiar yang dibelinya seharga jutaan dolar, perusahaan investasinya, dan mobil model terbarunya, semua hanya bayangan yang terbentuk di dalam otaknya. Orang itu tidak akan pernah dapat atau melihat yang sebenarnya. Semua yang dirasakannya merupakan bayangan yang terbentuk di belakan otaknya. Ini adalah kenyataan ilmiah. Tanggung jawab semua orang yang berpikir dan memiliki nurani yang baik adalah untuk memahami konsep ini sebelum “bangun dari tidur”, dengan kata lain sebelum ia mati, dan tidak akan tertipu dengan terjebak dalam kehidupan dunia.
Anda dapat menemukan penjelasan detil dan ilmiah dari kebenaran besar, yang merubah seluruh pandangan seseorang terhadap kehidupan, di situs web www.secretbeyondmatter.com, yang berisi karya-karya Harun Yahya, yang telah memberikan pengaruh besar di seluruh dunia.

Kesimpulan

Karakteristik khusus manusia, seperti berpikir, bersenang-senang, menghasilkan gagasan, merasakan cinta, kasihan, kerinduan, kasih sayang, kenikmatan, kesedihan, kebahagiaan, dan semangat, tidak dapat dijelaskan dari sudut pandang seorang materialis atau penganut Darwinis. Ideologi ini percaya bahwa semua makhluk hiudp muncul secara kebetulan dari benda tak bernyawa, dan mereka sama sekali tidak dapat menjelaskan bagaimana benda-benda tak bernyawa tersebut suatu hari dapat memiliki kemampuan berpikir, memutuskan, menghasilkan gagasan, rasa seni dan keindahan.